Apa yang terjadi setelah kematian? - Khotbah 16 Wilfred

Setelah kematian di bumi, berikutnya adalah kehidupan kekal, pertanyaannya adalah dimanakah tempat kekal untuk Anda?
Anda boleh saja meragukan dan menyangkal bahwa ada kehidupan setelah kematian. Bahkan di kepercayaan yang lain, mereka meyakini adanya kehidupan setelah kematian, seperti kisah Firaun yang dimakamkan di piramida. Ada juga kepercayaan atas reinkarnasi. Kita telah melihat bukti di Alkitab yang mengatakan tentang kebenaran akan keberadaan setan dan iblis. Alkitab dengan jelas menggambarkan setan dan iblis sebagai musuh Tuhan yang ingin menghancurkan umat manusia dan membawa kesengsaraan dan penyakit ke bumi. Namun Tuhan juga bisa murka atas orang-orang yang menolak Dia. Seperti orang-orang Israel yang tidak ingin menjadi pengikut Tuhan dan malah menyembah berhala, bahkan mengorbankan putra dan putri mereka sendiri, inilah yang sekarang terjadi di gereja setan. 2 Raja-raja memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana orang Israel menolak Tuhan dan melayani berhala lain serta bagaimana hukuman yang Tuhan berikan pada umat-Nya sendiri. Orang-orang TIDAK mau mendengarkan meskipun semua nabi yang dikirim Tuhan sudah memperingatkan mereka untuk bertobat. Hasilnya adalah kejatuhan dan kekalahan untuk sang penakluk, bahkan hingga dibuang ke negara asing. Itulah pelajaran bagi orang Kristen.

Setelah kehidupan di bumi, datanglah kehidupan yang kekal, tetapi di mana?

Alkitab telah menjelaskan hanya ada dua kemungkinan, bisa hidup dengan Tuhan atau hidup terpisah dari Tuhan. Alkitab mengatakan dengan jelas tetapi juga kontradiktif, menurut pandangan saya, mengenai definisi penyelamatan oleh Yesus. Jadi saya akan memberikan PENDAPAT PRIBADI saya tentang ini untuk menjelaskan kontradiksinya.

Apa yang dimaksud hidup dengan Tuhan?

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Jalan sempit ke SurgaTermeteraikanPerhatikan kata-kata "tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, selain melalui Aku", izinkan saya menerjemahkannya secara berbeda dengan "Tidak ada yang bisa ke Surga (= rumah Allah Bapa) selain melalui iman kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan". Ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, dia SEGERA menerima Roh Kudus dan dimeteraikan. Pada zaman dahulu, sebuah dokumen didukung oleh segel meterai, yang merupakan pernis (cair) di mana segel tersebut dimeteraikan. Begitulah Roh Kudus tinggal di dalam orang yang telah dilahirkan kembali, hal ini menegaskan bahwa dia adalah milik Allah Bapa dan tidak dapat dibatalkan? Tetapi Efesus 4:30 mengatakan:

Bahwa orang percaya yang menjalani hidupnya sendiri tidak mendengarkan ketika Roh Kudus menariknya dari dosa, Roh Kudus bersedih dan jika orang itu terus berdosa, dia akan memadamkan Roh Kudus di dalam dirinya. Jadi itu adalah orang beriman yang lebih memilih menjalani kehidupan diri sendiri, menyangkal agama Kristen dan tidak ingin hidup sesuai dengan Kehendak Tuhan. Mereka adalah benih yang jatuh di sepanjang jalan, di antara semak duri dan di atas bebatuan, lihat Matius 13. Benih yang HILANG! Apakah ini kontradiksi dengan perumpamaan meterai?
Saya akan mengatakan sesuatu yang agak beresiko dan ini adalah pemikiran pribadi SAYA. Dimeteraikan dengan Roh Kudus berarti orang itu akan menerima hidup yang kekal dengan Tuhan, tapi saya pikir BUKAN berarti hidup kekal di SURGA. Matius 24:40-41 dengan jelas menyatakan bahwa yang seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. Matius 25 menginformasikan tentang pemisahan antara gadis bijaksana (penuh dengan Roh Kudus) dan gadis bodoh (menyedihkan dan memadamkan Roh Kudus). Yang satu diambil pada Kedatangan Yesus yang pertama (gadis-gadis bijaksana) dan masuk ke SURGA (ke dalam aula pernikahan), yang lain ditinggalkan (gadis-gadis yang bodoh) dan mendapati aula pernikahan ditutup secara permanen dan TIDAK BISA masuk ke Surga, tetapi tetap tinggal di dalam Kesengsaraan Besar. Jika mereka TIDAK menerima tanda 666 dari iblis, mereka akan hidup di dalam 1000 tahun Kerajaan Kristus dan di DUNIA BARU, tapi menurut saya TIDAK DI SURGA. Itu adalah interpretasi pribadi saya tentang pemeteraian dengan Roh Kudus.
Kemudian saya pikir ada golongan lain, yang menerima hidup kekal di 1000 tahun Kerajaan Kristus dan di DUNIA BARU, tetapi saya akan membahas itu nanti. Sekarang

Apakah arti hidup terpisah dari Tuhan?

Pastinya mereka yang menyembah dan menjadi pengikut setan dan iblis. Mereka yang memiliki kesempatan untuk mengenal Yesus Kristus melalui Alkitab, khutbah di televisi, internet, tetapi TIDAK mencari Tuhan tetapi lebih suka menjalani hidup mereka sendiri, yang secara sadar menyangkal keberadaan Tuhan (sementara Natal dan Paskah sudah jelas sebagai bukti keberadaan Yesus). Inilah orang-orang yang mengetahui tentang iman Kristen namun secara sadar tidak ingin menghiraukannya, atau malah mencari kepercayaan lainnya.
Dan sekarang saya kembali akan mengatakan sesuatu yang murni pikiran pribadi saya, sekelompok orang yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenal Yesus, kepada mereka pemisahan domba dan kambing berlaku, Matius 25:31-46 dan Wahyu 20:11- 15. Mereka dinilai berdasarkan perbuatan mereka. Kambing pergi ke danau api selamanya. Domba, yang namanya ada di dalam Kitab Kehidupan, menerima (menurut pendapat saya) kehidupan kekal di Dunia Baru. Menurut pemahaman saya Matius 25:31-46 dan Wahyu 20:11-15 terjadi SETELAH 1000 tahun Kerajaan Kristus. Mengapa? Pada akhir 1000 tahun Kerajaan Kristus, iblis dibebaskan dan sejumlah orang akan memihak iblis dan berperang melawan Yesus Kristus. Dalam pertempuran ini, iblis akan kalah lagi dan untuk selamanya dilemparkan ke dalam lautan api, termasuk para pengikutnya.

Apa yang terjadi setelah kematian kita di bumi?

Dari penjelasan di atas jelas ada beberapa pilihan. Saya akan menjelaskan lebih lanjut. Orang Yahudi dan Israel, diantara semua Perjanjian Lama dipanggil untuk percaya kepada Tuhan dan menaati hukum-Nya. Abraham percaya pada Tuhan dan itu menjadikannya sebagai orang yang benar. Jadi kemanakah orang-orang ini pergi setelah mereka meninggal? Dalam Lukas 16:19-31, Yesus memberikan penjelasan. Inilah pemisahan berdasarkan perbuatan. Orang kaya yang hanya memikirkan dirinya sendiri pergi ke neraka setelah kematiannya. Lazarus yang miskin berada di pangkuan Abraham di surga setelah kematiannya.
Lukas 23:38-43. Salah satu penjahat yang disalibkan bersama Yesus memilih untuk tidak bertobat. Penjahat lainnya MENGAKUI DOSANYA dan BERTOBAT, MENGAKUI YESUS SEBAGAI RAJA (JURU SELAMAT) dan Yesus menjawab: “hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Dengan demikian jelas bahwa penjahat ini pergi ke surga.

Kesimpulan: setelah kematian di bumi, seseorang pergi ke neraka atau surga

Jadi di sini ada pemisahan langsung antara domba dan kambing. Mereka tinggal di neraka sampai Matius 25:31-46 dan Wahyu 20:11-15.
Sampai kapan Anda bisa tinggal di surga? Hal ini juga menurut pemikiran pribadi saya. Mengapa? Perjanjian Baru adalah berita Keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan. Itulah inti dari Perjanjian Baru. Itulah panggilan Tuhan. Di akhir Wahyu sedikit tabir diangkat untuk menceritakan tentang Dunia Baru dan Surga Baru, tetapi itu TIDAK PENTING. Siapa yang akan hidup di Dunia Baru itu tidak penting untuk diketahui, yang terpenting SEKARANG adalah percaya kepada Yesus Kristus.
Menurut pemikiran saya, semua orang yang mempercayai Perjanjian Lama akan hidup di Dunia Baru. Ingat Kejadian 15:18-21.

Wilayah sekutu Abraham

: Sungai Efrat dimulai di timur laut Turki dan mengalir melalui Suriah ke Irak, di mana kemudian bergabung dengan Tigris di utara Basra.

Itu adalah wilayah Turki dan Irak saat ini. Memang seharusnya begitu, sekarang orang-orang Yahudi tinggal di Israel, namun 10 suku Israel juga membutuhkan negara, termasuk Turki dan Irak.
Lihatlah uraian Wahyu 21 dan 22. Bangunan setinggi 1 kilometer (apakah kamu mau membangun di dalamnya?). Yerusalem baru dengan bait suci yang mana sungai air kehidupan mengalir, di kedua sisinya terdapat pohon kehidupan, yang memberikan buah untuk kesembuhan.
Saya mengartikannya sebagai dua hal. Pertama, bait suci tempat pengorbanan dibuat untuk pengorbanan dosa. Jadi ada orang berdosa yang harus membawa korban untuk dosa mereka. Saya percaya pengorbanan Yesus di kayu Salib HANYA berlaku untuk orang percaya yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
Kedua, karena ada dosa, maka ada penyakit. Adanya penyakit karena pohon kehidupan berbuah untuk kesembuhan di setiap bulannya.
Saya pribadi berpikir bahwa orang percaya di Perjanjian Lama tetap berada di dalam SURGA sampai ke Dunia Baru.

Apa yang terjadi saat Pengangkatan Gereja?

Berbeda dengan perumpamaan gadis bijaksana, orang Kristen penuh dengan Roh Kudus

1 Tesalonika 4:13-17 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

"Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga" itulah Kedatangan Kristus yang pertama, atau Pengangkatan Gereja dalam Matius 24:40- 41.
"dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit", menurut saya ini adalah orang-orang percaya yang tinggal di surga (orang Kristen yang meninggal akan pergi ke surga, seperti penjahat yang bertobat di kayu salib), tetapi menurut saya hanya orang Kristen yang hidup di bawah naungan Roh Kudus. Saya berpikir, sisanya akan tetap berada di surga sampai Kitab Kehidupan dibuka. Namun setiap orang bertanya kepada Tuhan tentang masalah ini.
"Kita yang hidup, yang masih tinggal" mereka yang diangkat dalam Matius 24:40-41. "akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.". Orang-orang di bumi TIDAK akan melihatnya, hal ini terjadi dalam sekejap, secepat kilat, tak terlihat. Tuhan Yesus tetap di awan-awan, dan mereka yang mati di dalam Kristus dan dibawa ke Surga bersama dengan yang hidup, akan selalu bersama Tuhan.

Apa yang terjadi selama Pengangkatan Gereja?

1 Korintus 15:50-53 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.

"Daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa". Daging dan darah, itu adalah manusia yang berdosa. Tidak ada manusia berdosa yang dapat muncul di hadapan Allah Bapa dengan tubuh yang berdosa. Manusia berdosa binasa, mereka mati karena dosa. Dalam sekejap mata, saat Pengangkatan Gereja, mereka yang mati dan hidup di dalam Kristus akan menerima tubuh baru yang tidak fana (yaitu kekal) DAN TUBUH YANG BEBAS DARI DOSA, serupa dengan tubuh kebangkitan Yesus Kristus.

Mudah-mudahan sudah jelas apa saja kemungkinannya setelah kita meninggal di bumi ini. Manusia memiliki pilihan yang bebas dan sadar. Tergantung pada pilihannya, seseorang akan pergi ke tempat yang dia pilih. Tempat tersebut TIDAK tergantung pada pilihan Tuhan, tetapi sepenuhnya tergantung pada pilihan yang dibuat manusia. Bersikaplah bijaksana dan buatlah pilihan yang tepat.