Khotbah 6 Wilfred - Kapan saya boleh dibaptis?

Anda telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Anda telah mengakui dosa-dosa Anda dan Anda telah meninggalkan kehidupan duniawi dan Anda sedang memenuhi kehidupan kerajaan surga Anda. Roh Kudus dapat hadir di hati Anda untuk dibaptis.

Jadi, apa arti pembaptisan orang dewasa?

Untuk memahami baptisan orang dewasa, kita harus melihat Yohanes Pembaptis dalam Matius 3:5-8

Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Ayat-ayat ini kaya akan makna yang harus dijelaskan. Pertama, saya ingin menekankan makna pada " PENGAKUAN DOSA" yang berarti orang yang akan dibaptis sadar sepenuhnya akan dosa-dosanya. Ini akan menjadi PENGAKUAN, pengakuan bersalah. Pengakuan kepada Tuhan bahwa Anda adalah orang berdosa. Dan perhatikan kata DOSA-DOSA dalam bentuk jamak. Ini bukanlah pengakuan dosa secara umum, TIDAK, pengakuan akan DOSA-DOSA, yaitu menyebut setiap nama dosa. Dalam khotbah saya sebelumnya, saya menyebutkan bahwa Anda harus dibebaskan dari masa lalu Anda, dari belenggu setan dan iblis, dan mengubah hidup Anda menjadi hidup bagi kemuliaan dan kehormatan Allah, masa kecil Anda yang layak bagi Allah dan umat kerajaan Allah.
Lihatlah Yohanes Pembaptis yang TIDAK membaptis semua orang, dia menolak untuk membaptis kaum Farisi dan Saduki. Dengan tuduhan "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?" Mengapa? Para pemimpin spiritual ini menampakkan diri di depan umum dengan kepemimpinan spiritualnya, sementara hati mereka jauh dari rasa bersalah kepada Allah. Mereka dengan gampangnya menunjukkan sosok kepemimpinan spiritualnya. Mereka memaksakan peraturan-peraturan manusia yang mustahil untuk dipenuhi rakyat, meminta lebih banyak persepuluhan dan harta lainnya daripada yang telah ditetapkan Allah, yang jelas-jelas merampas hak orang lain untuk menuju jalan Allah. Sementara mereka sendiri tidak menaati peraturan-peraturan itu, tidak sedikit pun. Jawaban dari Yohanes Pembaptis: Jangan berpikir bahwa Anda akan luput dari murka Allah. Orang yang ingin dibaptis harus memiliki pengakuan dosa yang tulus.
Baptisan harus menghasilkan buah yang merupakan jawaban untuk pertobatan. Itulah buah Roh dalam Galatia 5:22.Jika seseorang terus melakukan perbuatan duniawi atau kembali ke gaya hidup duniawi, maka orang tersebut telah menyangkal dirinya sebagai seorang Kristiani, sebagai anak Tuhan dan TIDAK AKAN menghasilkan BUAH ROH.

Mari kita lihat di 2 Samuel 24:18-25. Raja Daud, ingatlah bahwa dia adalah seorang raja, telah berdosa terhadap Allah. Sebagai hukumannya, 70.000 orang telah binasa dan malaikat penghancur dari Allah berdiri di depan Yerusalem untuk menyelesaikan misinya. Karena kesalahan raja, "rakyat yang tidak berdosa" meninggal. Mereka tidak sepenuhnya tidak berdosa, karena para rakyat menjadi tidak setia kepada Allah. Orang percaya yang tidak melakukan atau mendukung pemberitaan Injil adalah raja yang tidak memenuhi panggilannya. Karena ketidaktaatannya, "rakyat yang tidak berdosa" binasa dan jatuh ke dalam lautan api. Bagaimanapun juga, "rakyat yang tidak berdosa" ini tidak setia kepada Allah dan tidak ingin mengenal Allah.
Nabi Gad diperintahkan untuk pergi menemui raja dan disuruh membangun sebuah mezbah di lantai pengirikan Arauna dan membawa korban bakaran dan keselamatan di sana. Raja itu patuh dan pergi untuk membeli lantai pengirikan. Arauna mempersembahkan tempat pengirikan dengan lembu-lembu dan eretan pengirik dan alat perkakas lembu kepada raja secara cuma-cuma. Jawaban Raja Daud di ayat 2 Samuel 24:24

Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak.

Dia menolak untuk melakukan pengorbanan yang tidak membutuhkan biaya apapun. Ketika pengorbanan Yesus dilakukan, tidak diperlukan apa pun bagi orang yang tidak percaya untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat. NAMUN dibutuhkan sebuah harga untuk menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN. Pilihan diserahkan kepada orang percaya untuk menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN. Itu adalah pilihan yang harus dilakukan berulang kali setiap harinya untuk memilih Yesus Kristus dan berkata TIDAK untuk pencobaan dan dosa.
Ayat 22 mengatakan lihatlah lembu di sana dan eretan pengirik dan perkakas ternak yang berfungsi sebagai kayu bakar. Perkakas ternak adalah perkakas orang percaya, dosa sehari-hari dan pencobaan dalam hidup orang percaya, yang harus dibakar seperti kayu bakar dan dibuang dari kehidupan orang percaya. Kesaksian orang percaya adalah harga yang mahal. Pikirkanlah orang Kristen yang dianiaya yang disiksa di penjara atau dibunuh karena kepercayaan mereka. Akan tetapi butuh harga yang besar bagi orang beriman untuk bersaksi melawan semua pelanggaran hukum di dunia ini, untuk memprotes hukum pemerintah yang bertentangan dengan perintah Allah, untuk bersaksi dalam perkataan dan TINDAKAN di kehidupan sehari-hari Anda bahwa Anda adalah seorang Kristen.
ITULAH HAL BARU YANG DIDAPATKAN SETELAH MENERIMA YESUS KRISTUS SEBAGAI JURU SELAMAT DAN TUHAN. ITULAH BUAH ROH SETELAH PEMBAPTISAN..

Jadi Siapakah yang boleh dibaptis ?

Siapaun yang mengaku sebagai orang berdosa dan MENYADARI akan dosanya. Oleh karena itu bukanlah seorang anak kecil, bayi yang tidak menyadari akan kesalahan.Dari umur enam/tujuh tahun, anak-anak mulai berkembang hati nurani didalam. Ada satu yang lebih menyadari akan kesalahan dari pada yang lainnya di umuran yang berbeda.Pendapat pribadi saya adalah bahwa dari umur 10 seorang anak bisa dibaptiskan atas KEMAUANNYA SENDIRI. Saya yang pastinya menentang baptisan yang dikarenakan Pastor, ayah atau ibu atau anggota keluarga yang menyuruh, terlepas apakah ini anak-anak atau orang dewasa. Ibu saya tidak mau dibaptis karena dia melihatnya sebagai penyangkalan baptis yang dia dapat pada saat anak-anak. Namun ayahnya telah dibaptis sebagai orang dewasa pada saat berumur 70. Secara pribadi, saya menganggap baptisan sebagai suatu simbol,bukan sesuatu yang dapat mengambil pertumbuhan rohani Anda ataupun akses kesurga seseorang. TAPI jika, atas dasar alasan apapun, Anda menolak baptisan orang dewasa secara sadar, maka ini akan menghambat pertumbuhan rohani Anda.
Siapapun yang sadar akan kesalahan dan mengaku dosa boleh dibaptis. Tapi orang HARUS TAHU TENTANG DOSA. Kisah para rasul 8:34-38. Filipus, PERTAMA-TAMA menjelaskan kepada sida-sida (yaitu Yesus di sana, dia menggunakan kitab Yesaya Perjanjian Lama). Dan SETELAH pengakuan ayat 37, baptisan di sungai pun diikuti.
Kisah Para Rasul 10 menggambarkan pertobatan Kornelius beserta keluarga dan teman-temannya, SETELAH pertobatan, baptisanpun diikuti. Keduanya berhubungan dengan ORANG DEWASA yang sadar akan dosa mereka dan kebutuhan mereka untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Perhatikan Kisah Para Rasul 10:48 Mereka meminta Petrus untuk tinggal bersama mereka selama beberapa hari, karena mereka ingin memperdalam iman mereka, mereka menginginkan pendidikan yang LEBIH BANYAK.

Bisakah Anda dibaptis ulang?

Pembaptisan ulang di beberapa gereja menjadi topik hangat. Oleh beberapa gereja, pembaptisan ulang ditolak oleh persekutuan gereja-gereja injili. Ada dua jenis pembaptisan ulang. Salah satunya yaitu mengacu pada baptisan anak, yang banyak orang anggap bukan baptisan karena seorang anak tidak memiliki pengetahuan dan kesadaran akan dosa, baik dan jahat. Di dalam persekutuan injili dipercaya bahwa keyakinan seorang bayi kepada Allah melalui orang tua yang percaya (ayah atau ibu), atau orang tua yang percaya (ayah dan ibu) dengan janji untuk membesarkan anak dalam iman Kristen.
Pembaptisan ulang lainnya ditolak oleh banyak orang, dan secara pribadi sayapun tidak mendukung. Seseorang dibaptis "dewasa" atau anak-anak lebih dikarenakan "keharusan" atau dorongan dari pendeta, orang tua, atau anggota keluarga. Meskipun tidak ada pengertian yang nyata tentang konsekuensi dari kehidupan Kristen selain kesadaran pribadi tentang dosa. Di usia yang lebih matang, mungkin sekitar 40-70 tahun, ada kalanya seseorang menjadi sadar akan apa kehidupan Kristen itu dan apa dosa itu dan dia ingin dibaptis ulang. Maka timbulah pertanyaan: Bisakah Anda dibaptis ulang?
Secara pribadi saya tidak masalah dengan itu, DENGAN CATATAN BAHWA orang itu benar-benar tulus dan BENAR-BENAR mengakui dosanya dan BERTOBAT dari kehidupan duniawi. Seorang komunis atau sosialis atau orang yang tidak membeda-bedakan laki-laki dan perempuan, tidak mengakui ciptaan Tuhan baik itu PRIA maupun WANITA, tidak benar-benar percaya pada ajaran yang diajarkan oleh Yesus dan para rasul. Saya tidak akan membaptis ulang orang seperti itu, calon baptis harus benar-benar menunjukkan pertobatan secara sadar dengan melepaskan keduniawian dan mulai menjalani kehidupan yang diinginkan oleh Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus.
Bisakah Anda membenarkan ini? Dasar saya adalah Kisah Para Rasul 19:3-5. Paulus bertanya: Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis? Jawabannya adalah: Dalam baptisan Yohanes. Paulus menjawab Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya (Yohanes Pembaptis), yaitu YESUS. Bagi saya, seseorang yang dibaptis dengan dorongan dari pendeta atau keluarga tanpa disadari sama seperti baptisan Yohanes. Paulus MEMBAPTIS lagi (baptisan ulang), oleh karena itu saya tidak melihat adanya larangan untuk baptisan ulang ketika orang tersebut SANGAT MENYADARI / MERASAKAN adanya dosa dan pertobatan yang kemudian dilakukan oleh dirinya melalui kehidupan sehari-hari dan pengakuan dosa

Bagaimana dan di mana baptisan berlangsung?

Yordania 1Yordania 2Baptisan 2 disungai YordanBaptisan disungai Yordan

Nah, dari uraian di atas sudah jelas bahwa baptisan dilakukan di sungai, yaitu di air yang MENGALIR. Membasuh dosa melalui pencelupan SELURUH TUBUH dengan SEPENUHNYA sehingga tidak ada dosa yang tertinggal tetapi secara simbolis setiap dosa telah dibasuh dari tubuh yang kemudian terbawa arus oleh air yang mengalir. Sadarilah bahwa Sungai Yordan adalah sungai yang luas pada zaman Yohanes dan bukan sungai yang sempit karena faktanya air dari sungai Yordan digunakan untuk irigasi. Oleh karena itu, orang dewasa dibaptis dengan benar-benar dibenamkan dalam air yang MENGALIR.
Yesus berkata dalam Matius 28:19

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus

Baptisan adalah amanat dari Yesus Kristus, tetapi sebelumnya ada syarat yang harus dipenuhi. Kemudian setelah dibaptis, diwajibkan untuk menaati segala sesuatu yang diajarkan dan diperintahkan oleh Yesus Kristus, yang penjelasannya dijelaskan dengan lebih baik oleh para rasul-Nya dalam Perjanjian Baru.
Marilah kita orang percaya mengambil perintah ini ke dalam hati. Jika Anda belum dibaptis, pertimbangkan seberapa jauh kehidupan rohani Anda, dan jangan menganggap enteng tentang pembaptisan. Saya harap khotbah ini membantu Anda.