Wahyu 18 - Babel tidak akan bangkit kembali - Khotbah Wilfred

Dubai Jatuhnya Babel

Wahyu 18 menunjukan Penghakiman Tuhan yang terakhir, umat manusia mengatakan " Saya tidak memerlukan Tuhan", "Saya kaya dan berkuasa."Hanya dengan satu tiupan,Tuhan mengakhiri kekayaan dan kuasa mereka. Duniapun menyaksikannya dengan tercenga-cenga. Duniapun menangis, karena mereka juga telah kehilangan sumber pendapatan dan kehilangan hal yang dapat diperdagangkan.Dunia telah dibangung berdasarkan material duniawi, kekuasaan dan kekayaan. Sungguh bersifat sementara seluruh hal duniawi ini!Hanyalah hal yang manusia bangun untuk Tuhanlah yang kekal. (1 Korintus 3:10-15).
Babel dengan seketika dan untuk selama-lamanya dihancurkan.Babel dan seluruh yang mencakupinya, yaitu manusia dengan sifat berdosanya yang menentang Tuhan, kemudian setan dan iblis, sang Binatang, malaikat setan dan keinginan manusia dan seluruh kuasa dan kekayaan yang dibangun manusia, semuanya dimusnahkan hanya melalui Satu Kuasa yaitu Tuhan yang Mahakuasa, Pencipta Bumi dan Langit.

Apa artinya bahwa Babel telah menjadi tempat berdiam bagi iblis?

Malaikat lain selain tujuh Malaikat sebelumnya datang dari Surga ke bumi, dimana cahayanya sangatlah besar yang emnyinari seluruh muka bumi dengan kemegahan. Babel dimusnahkan dan menjadi tempat berdiamnya iblis yang menghantui jiwa-jiwa yang busuk. Tidak ada umat manusia yang bisa hidup disana lagi. Seluruh bangsa yang telah melakukan perdagangan dengan kota yang kuat ini, dan yang telah mengikuti dan menyembah sang Binatang, dan juga telah ikut-ikutan mengambil keuntungan yang besar. Semuanya sekarang telah lenyap, dimana tempat ini telah berubah menjadi reruntuhan dan menjadi tempat berdiamnya Iblis.
Perintah malaikat adalah untuk pergi keluar dari kota tersebut secepatnya karena siksaan Tuhan akan segera terjadi. Sang Binatang berkata "Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung." Memaksakan dirinya sebagai Tuhan dan yang kekal. Sekarang dia telah mengungkapkan bahwa dia tunduk kepada Tuhan Yang Maha Esa.Seluruh bumi melihat kehancurannya dan bahwa HANYA SATU yang memiliki kuasa yaitu Tuhan yang Maha Kuas, Sang Pencipta.
Hanya dalam satu hari, dalam satu jam Tuhan telah mengirimkan wabah penyakit dan kelaparan, membakar seluruh kota dengan api dan seluruh bumi melihat melihat asapnya dari kebakaran.
Seluruh bumi melakukan pertukaran dengan nya, dengan lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dengan emas, dan permata dan mutiara. Ayat 17, dalam satu jam ini semua binasa!"Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang yang mata pencahariannya di laut, b berdiri jauh-jauh,"Yang berarti seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa ini adalah kota yang dibangun diatas air dan memiliki pelabuhan.
Seluruh masyarakat menangis dan berkabung. Bukan karena mereka merasa sedih kepada kota tersebut, tapi karena mereka kehilangan barang dagangannya dan seluruh keuntungannya.
Ayat 21, malaikat yang kuat mengangkat batu yang besar dan melemparnya kedalam laut dan airnya menghancurkan lebih lagi Babel yang besar itu. Kita tahu kehancuran yang disebabkan oleh Tsunami." Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi" dan tidak ada lagi pernikahan yang akan ditemukan di Babel.